Selasa, 05 September 2017

Pas jomblo, aktif dakwah. Pas nikah, raib musnah

Bener gak nih,  Pas jomblo, aktif dakwah. Pas nikah, raib musnah !

Ini drama di mana-mana.

Anehnya, polanya selalu sama. Pas ta'aruf terutama. Bahwa mereka selalu bilang: rumah tangga nanti untuk dakwah juga. Karenanya, tidak ada ceritanya dakwah kendor setelah nikah.

Itu komitmen bersama. Ikhwan dan akhawat. Suami dan istri.

Tapi, lidah memang tak bertulang. Sebelum nikah, bilang ini-itu super gampang. Karena belum mengalami mahligai pernikahan.

Setelah nikah, barulah ketemu temboknya. Batu sandungannya. Seribu satu alasan kenapa dakwah kayaknya sah-sah saja kendor.

Masa awal nikah, dunia serasa milik berdua. Miliaran yang lain ngontrak. Di sini, jiwa menemukan kenyamanan baru. Hidup terasa lebih enak. Lebih segar. Sangat beda dibandingkan masa-masa sendiri.

Lalu, katakanlah istri hamil. Mulai sibuk memenuhi segala kebutuhan dan persiapan lahiran. Pergi ke dokter. Beli makanan. Bantu-bantu ngurus rumah. Siap-siap jadi tukang pijit karena doi bakal sering pegel-pegel. Atau jadi perawat yang rutin nganterin vitamin buat diminum tiap hari.

Lahiran bayi, makin sibuk lagi. Ngurus KK, administrasi, beli popok, baju, celana. Beli popok kain. Ke dokter kalau debay sakit.

Semuanya diurus sambil cari nafkah. Pergi pagi, pulang petang.

Coba, mau ngurus dakwahnya di mana?

Masuk akal kan, kenapa banyak yang The End album dakwahnya.

Bukan cuma ikhwannya, akhawatnya juga. Malah ini yang paling sering musnah dari lapangan. Alasannya ya ngurus bayi kecil. Bayi gede. Cucian nggak ada habisnya. Jemur tiada hentinya. Nyapu, ngepel, sampai rumahnya tipis.

Ke mana itu omongan sebelum nikah? Nguap. Nggak tahu ke mana.

Lalu gimana dong?

Ini pergulatan hidup masing-masing. Tapi garisbawahi: semua ucapan akan menemui masa-masa pembuktiannya.

Kalau dulu pernah komitmen tetap ngurus dakwah, ya buktikan.

Jangan ngomong doang.

Tahu kok, rumah tangga itu sibuk. Tahu banget. Tapi kalau sudah komitmen, ya lakukan. Dengan segala cara. Bikin prioritas. Bikin standar minimal. Masak iya nggak kepegang tuh, urusan dakwah sekali seminggu?

Yang akhawat, suaminya jangan dibekep aja dalam rumah. Suruh ke luar. Dunia dakwah butuh tenaga dan pikirannya. Buat apa laki-laki itu ditarbiyah bertahun-tahun, tapi ending-nya malah cuma di rumah dan jalan-jalan pas weekend?

Yang ikhwan, itu istrinya di-upgrade. Suruh ikut kajian keilmuan. Suruh megang ngaji, walau di rumah. Suruh ikut acara sosial atau bantu-bantu kegiatan dakwah. Dia itu madrasatul uula. Sekolah pertama anak-anak kita. Bakal buteg pikirannya kalau cuma ketemu urusan bersih-bersih setiap hari.

Masuk hamil kedua, istri saya malah dapat tawaran ngajar. Sabtu buat anak-anak. Minggu untuk muslimah muda.

"Diambil nggak, A?" tanya istri.

"Ambil." Jawab saya. Tanpa pikir panjang.

Tiap pekan, ada waktu di mana istri juga merelakan saya pergi. Ngurus sesuatu.

Ini bagian dari melatih jiwa kami.

Agar tetap komitmen dengan janji sebelum nikah.

Bahwa rumah tangga kami buat dakwah.

Bukan buat diri sendiri saja.

Kisah Nenek yang Tertinggal Pesawat Haji

Kisah nyata Air Mata Tangis itu Benar-benar Mengubah Jalannya Takdir 

Ini adalah kisah nyata yang tercecer dari pelaksanaan haji tahun ini. Seorang perempuan tua dari Aljazair menangis di ruang tunggu bandara. Ia benar-benar ketinggalan pesawat yang akan membawanya menunaikan ibadah haji. Ia terus menangis karena keinginannya untuk melaksanakan ibadah haji,  kerinduannya pada Allah SWT dan keinginan untuk menjawab seruan Allah-Nya waktu itu ternyata batal karena ketinggalan pesawat. Nenek-nenek itu terus menerus menangis. Ia tidak mau meninggalkan ruang tunggu di bandara itu sambil terus memegang ticket pesawat yang bernomor kursi pesawat itu.........                                                       

Sementara itu, pilot pesawat yang mengangkut jamaah haji dari Aljazair menuju Saudi Arabia itu, di udara saat terbang itu mendengar suara gemeretak pada mesin pesawatnya yang dianggapnya mengalami kerusakan di mesin.. Hal itu memaksanya untuk  memutar pesawat itu kembali ke Aljazair, kembali mendarat di airport yang beberapa menit lalu ditinggalkannya.
Di bandara, seluruh penumpang diturunkan, dan diminta untuk menunggu lagi di Ruang Tunggu. Tapi petugas bandara tidak menemukan ruangan tunggu yang kosong, kecuali ruangan tempat di mana perempuan tua itu sedang menangis.
Bisa dibayangkan bagaimana takjubnya perempuan tua itu, karena melihat teman-temannya sesama jamaah haji datang kembali. Ia merasa seperti bermimpi.
Dari mulutnya tidak henti-hentinya ia mengucapkan kata syukur.
Ajaibnya lagi, setelah diperiksa dengan seksama, ternyata keadaan pesawat itu baik -baik saja dan tidak ada kerusakan sama sekali. Pemeriksaan mesin pesawat tidak memakan waktu lama, Pesawat bisa kembali segera terbang. Sang nenek pun kini bisa ikut, melaksanakan ibadah hajinya.

Subhanallah. Ini ekspresi dosis tinggi dari the power of Imtaq-In ahsantum ahsantum li anfusikum. 

Pesawat dengan 200 penumpang itu ternyata harus kembali ke bandara hanya untuk menjemput seorang perempuan tua yang rindu ingin menjawab seruan Tuhan-Nya.
Air mata apa yang ia teteskan sehingga mampu mengetuk pintu langit ?
Keyakinan apa yang ia miliki sehingga mampu mengubah jalannya takdir?

Bila segalanya berlalu darimu, bila semua pintu telah tertutup, tetapi engkau tetap bergantung dan berharap pada ALLAH, maka IA akan selalu ada untukmu.

Kisah ini menjadi bukti bahwa mukjizat do'a  masih terjadi dan akan selalu terjadi, di zaman yang bukan zaman Nabi-Nabi pun. 

Ya Allah, ampunilah  dosaku, dosa ibu bapa ku, keluarga ku,saudaraku dan setiap orang yang meng-klik Suka, share & berkomentar "aamiin"  dan jangan Engkau cabut nyawa kami saat tubuh kami tak pantas berada di SurgaMu. Aamiin... 
.
Sobat sekarang anda memiliki dua pilihan ,
1. Membiarkan sedikit pengetahuan ini hanya dibaca disini
2. Membagikan pengetahuan ini kesemua teman facebookmu, insyallah bermanfaat dan akan menjadi pahala bagimu. Aamiin..

Boleh di SHARE sebanyak mungkin!!

Minggu, 03 September 2017

*Rohingnya Butuh Doa dan Lobi Diplomasii

*Rohingnya Butuh Doa dan Lobi Diplomasi Bukan Hoax*

Beberapa hari lalu saya menghubungi Dubes RI di Myanmar ingin tahu lebih jauh soal Rohingnya. Saya mengenal bapak Ito Sumardi sejak 2014 lalu. Beliau seorang Jenderal polisi dengan jam terbang lua biasa.



Hubungan Diplomasi RI - Myanmar sangat hangat. Dalam konflik Rohingnya, Pemerintah RI memiliki peran cukup strategis terutamanya dalam menjembatani kepentingan kemanusiaan. Setidaknya sudah ada 6 sekolah RI yang di bangun untuk menjembatani hubungan antar etnik di kota Rakhine ini, dalam waktu dekat juga akan di bangun Rumah sakit RI dikota Rakhine untuk minimalisir jatuhnya korban konflik lebih banyak.

Loby diplomatik untuk negara perbatasan sekitar Rohingnya agar mau menampung pengungsi juga di lakukan Pemerintah RI. Hari ini Menlu RI juga akan melakukan kunjungan Diplomatik bertemu National Security Advicer Myanmar, Aung San Su Kyi untuk melakukan pembicaran lebih lanjut. Menlu RI Retno LP Marsudi menjadi satu satunya Menteri luar negeri yang di ijinkan berdialog dengan Aung san su kyi tentang Rohingnya. Langkah ini di apresiasi luar biasa oleh PBB dan sejumlah negara Islam.

Mendengar paparan beliau saya heran dengan adanya desakan dari sejumlah pihak untuk menarik beliau dari Myanmar sebagai 'hukuman' untuk tindakan militer Myanmar. Padahal dengan keberadaan beliau di sana jauh lebih banyak yang bisa dilakukan.

Konflik Rohingnya menjadi alat propaganda. Beragam gambar sadis dan banyak yang hoax beredar. Seruan provokasi beredar. Kita semua prihatin dengan pengusiran dan pembunuhan yang menimpa etnik Rohingnya, tetapi menyebar info hoax untuk mendramatisir situasi justru akan memanaskan situasi.

Dari Info yang berkembang di Rohingnya ada gerakan yang namanya RSO (Rakhine Solidarity Organisation) yang masuk ke dalam daftar kelompok teroris versi Amerika Serikat.

Setelah ISIS tercerai berai, ratusan pendukung ISIS dari Indonesia kembali dari Suriah. Menurutnya, sebagian dari mereka melakukan kegiatan di Indonesia, sebagian bergabung ke Filipina selatan, dan sebagian lagi masuk ke Malaysia.

Nah yang di Malaysia ada indikasi mereka akan berangkat ke Myanmar. Kita perlu tahu sistem pengawasan orang asing di Myanmar sangat ketat tapi tidak menutup kemungkinan kalau mereka masuk dari Bangladesh karena perbatasan di sana sangat sulit diawasi.

Dalam situasi provokasi dan konflik berkepanjangan bukan tidak mungkin Rakhine akan berubah menjadi Suriah atau Marawi kedua. Jalan panjang perdamaian dan cita hidup berdampingan makin jauh diraih. Etnik Rohingnya adalah etnik terbuang, mereka tidak di akui sebagai orang Myanmar, tradisi dan budaya jauh berbeda. Bahkan bahasa Myanmar etnik Rohingnya banyak yang  tidak mengerti. Begitu juga di Bangladesh mereka juga ditolak, dianggap orang asing. Mereka terusir dan terbuang.

*Ladang Minyak dan Gas*

Yang menjadi catatan kita, wilayah Arakan - Rakhine yang di huni mayoritas etnis Rohingya adalah ladang minyak dan gas. Artinya ada dugaan kuat konflik ini didasarkan pada perebutan secara paksa tanah dan sumber daya, khususnya minyak dan gas, di wilayah-wilayah sekitar. Catatan berikut mungkin sedikit membantu :

1). Pipa gas (mulai beroperasi 1 Juli 2013, dengan kapasitas 193,6 juta kubik kaki per hari) dan pipa minyak (mulai beroperasi 1 Desember 2013 dengan kapasitas 400 ribu barrels per hari) dari Kyauk Phyu ke perbatasan China sepanjang 803 km - yang dikelola oleh konsorsium bersama dengan komposisi kepemilikan saham 50,9 % CNPC (China), 25,04% Daewoo International (Korea), 8,35% ONGC (India), 7,37% MOGE (Myanmar), 4,17% GAIL (India) dan 4,17% investor-investor swasta lainnya;

2). Pipa gas (mulai beroperasi 1 Juli 2013, dengan kapasitas 105,6 juta kaki kubik per hari) dari Shwe ke Kyauk Phyu sepanjang 110 km - yang dikelola oleh konsorsium bersama dengan komposisi kepemilikan saham 51% Daewoo International (Korea), 17% ONGC (India), 15% MOGE (Myanmar), 8,5% GAIL (India) dan 8,5 KOGAS (Korea);

3). Blok-blok minyak dan gas di Semenanjung Rakhine di mana Daewoo International (Korea), ONGC (India), MOGE (Myanmar), GAIL (India), KOGAS (Korea), Woodside Petroleum (Australia), CNPC (China), Shell (Belanda/Inggris), Petronas (Malaysia), MOECO (Jepang), Statoil (Norweigia).

Kemudian,  Ophir Energy (Inggris), Parami Energy (Myanmar), Chevron (Amerika Serikat), Royal Marine Engineering (Myanmar), Myanmar Petroleum Resources (Myanmar), Total (Prancis), PTTEP (Thailand) dan Petronas Carigali (Malaysia) beroperasi dan berproduksi.

Wilayah tersebut dilaporkan memiliki cadangan terbukti sebesar 7,836 triliun kaki kubik gas dan 1,379 milyar barel  minyak - yang beberapa blok di antaranya berproduksi sejak 2013, ditawarkan tahun ini sebagai temuan baru, dan beberapa blok lainnya jatuh tempo kontraknya tahun 2017 ini; dan

4). Blok-blok minyak dan gas di daratan Arakan di mana North Petro-Chem Corp (China), Gold Petrol (Myanmar), Interra Resources (Singapura), Geopetrol (Prancis), Petronas Carigali (Malaysia), PetroleumBrunei (Brunei), IGE Ltd. (Inggris), EPI Holdings (Hongkong/China), Aye Myint Khaing (Mynmar), PTTEP (Thailand).

Kemudian,  MOECO (Jepang), Palang Sophon (Thailand), WIN Resources (Amerika Serikat), Bashneft (Russia), A1 Construction (Myanmar), Smart Technical Services (Myanmar), Myanmar Petroleum Resources (Myanmar) dan ONGC (India) beroperasi dan berproduksi, di mana daerah tersebut dilaporkan memiliki cadangan terbukti sebesar 1,744 triliun kaki kubik gas dan 1,569 milyar barel minyak - yang beberapa blok di antaranya jatuh tempo kontraknya pada tahun 2017 ini.

Terlepas dari itu semua. Upaya Diplomatik RI untuk Rohingnya patut kita hormati dan dukung. Salah satunya jangan menjadi penyebar Hoax dan kebencian. Rohingnya adalah konflik politik bukan Agama. Dalam situasi ini Rohingnya lebih butuh dukungan doa dan loby diplomatik daripada foto Hoax dan khutbah kebencian.

Salam kurban asa untuk Raisa

*Awan Kurniawan

Minggu, 06 Agustus 2017

Anggaran DPR Harus Di Pangkas , Karena Untuk Mengurangi Utang Indonesia

Sangat Mengejutkan Peryataan Srimulayani Sore Ini : Anggaran DPR Harus Di Pangkas , Karena Untuk Mengurangi Utang Indonesia Yang Mencapai Rp,3.706.52Triliun Karena Anggaran Anggaran Yang Ngak Ada Hasil, Dengan Pemangkasan Anggaran DPR . Maka Indonesia Tidak Akan Utang Lagi Rakyat Akan Makmur Dan Sejahterah.!!!

Banyak yang nyinyir dengan utang Indonesia yang mencapai Rp3.706,52 triliun. Media-media memberitakan bahwa utang Indonesia kian membengkak di bawah pemerintahan Jokowi. Ada juga yang bilang di masa pemerintahan Jokowi utang Indonesia adalah yang paling besar. Para ahli ekonomi (mau pun yang bukan) mengusulkan agar Indonesia membiayai anggaran dengan kekuatan sendiri tanpa mengandalkan utang luar negeri. Apakah bisa?

Menurut Menteri Keuangan Sri Mulyani bisa saja Indonesia tidak berutang, tapi dengan satu syarat harus ada pemangkasan anggaran. Sri Mulyani juga mencontohkn bahwa penerimaan negara tahun 2017 sebesar Rp1.736 triliun, dan belanja negara sebesar Rp2.133,2 triliun. Maka diperkiraan ada defisit anggaran tahun 2017 sebesar Rp397,2 triliun atau 2,92 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).

Karena ada defisit anggaran sebesar Rp397,2 triliun maka Indonesia perlu mendapat pinjaman dari pihak luar, bisa dengan cara bilateral, dari Bank Dunia atau pun Indonesia menjual Surat Utang Negara (SUN). Kalau tidak mendapat pinjaman dari luar, maka Indonesia tidak akan dapat menutupi defisit anggaran yang ada.

Menteri Keuangan Sri Mulyani pun memberikan tantangan, jika defisit anggaran yang ada tidak ditutup dengan utang maka salah satu caranya adalah dengan memotong anggaran belanja negara. Jadi Kementerian Keuangan harus memotong sekitar Rp397,2 triliun.

“Kira-kira kalau (anggaran yang dipangkas) hampir Rp 400 triliun, (anggaran) apa dulu yang kami potong? Saya minta, kita buat polling,” kata Sri Mulyani, di Forum Merdeka Barat 9, Jakarta Pusat, Kamis (27/7/2017), yang mana dikutip dari kompas.com.

Ya, pertanyaan pertama adalah anggaran mana yang harus dipangkas? Menurut Sri Mulyani gaji tidak bisa dipotong terutama gaji TNI/Polri, gaji guru juga tidak boleh dipotong. Anggaran pendidikan atau kesehatan juga tak mungkin untuk dipotong, lalu anggaran mana yang harus dipangkas?
“Gaji kan enggak mungkin saya potong. Kalau gaji, bayar listrik, gaji TNI/Polri, gaji guru enggak boleh saya potong, apa anggaran pendidikan atau kesehatan boleh saya potong?” kata perempuan yang akrab disapa Ani tersebut.

Bukan itu saja, Kementerian Keuangan juga tidak mungkin memangkas bantuan sosial dan pembangunan infrastruktur. Kalau dipangkas maka proyek-proyek seperti Mass Rapid Transit (MRT) dan Light Rail Transit (LRT) akan mangkrak. Tentu hal-hal penting ini tidak mungkin akan dipangkas oleh Kementerian Keuangan. Kalau sampai terjadi, apa bedanya dengan era SBY yang infrastrukturnya banyak yang mangkrak? Padahal saat itu SBY juga banyak berutang, bahkan ketika dilantik saja Presiden Jokowi sudah mendapat warisan utang sebesar Rp2.700 triliun.

Karena Kementerian Keuangan tidak mungkin memangkas anggaran belanja yang berkenaan dengan gaji TNI/Polri, gaji guru, anggaran pendidikan, anggaran kesehatan, anggaran infrastruktur maka anggaran manakah yang bisa dipangkas jika Indonesia tidak menutupi defisit anggarannya dari utang?

Saya sih mengusulkan agar seluruh anggaran belanja DPR distop saja. Toh selama ini tidak ada hasil yang positif dari kinerja DPR-RI. Pembahasan-pembahasan Undang-undang pun terkesan molor. Bahkan Rancangan Undang-undang tentang terorisme pun sampai sekarang belum juga disahkan oleh DPR. Padahal Undang-undang tersebut sangat urgen karena ancaman terorisme sudah sangat mengkhawatirkan. Tapi, DPR masih terkesan santai-santai saja.

Malahan sekarang DPR sedang menggebu-gebu untuk memperlemah KPK. Hak Angket KPK digulirkan karena ada anggota DPR yang dijadikan tersangka oleh KPK. Bahkan Ketua DPR sendiri pun sudah ditetapkan oleh KPK sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi proyek pengadaan e-KTP. Tak tanggung-tanggung untuk mengadakan Hak Angket kepada KPK saja DPR menganggarkan dana sebesar Rp3,1 milyar rupiah. Padahal Hak Angket tersebut hanya ingin menunjukkan bahwa DPR masih sebuah lembaga yang punya power di Indonesia. Apa iya? Malahan oleh rakyat Indonesia DPR sudah tidak mempunyai legitimasi lagi. Dan rakyat Indonesia tidak merasa diwakili oleh mereka.

Makanya jika Indonesia tidak lagi boleh berutang untuk menutupi defisit anggaran belanjanya, dan harus memangkas anggaran belanjanya maka yang pertama-tama yang harus dipangkas adalah anggaran belanja DPR. Kalau bisa semuanya, karena tidak ada yang positif yang dihasilkan oleh DPR selama ini.

Saya kira begitu saja…

.

Jumat, 21 Juli 2017

Mengapa Kiyai Ma'ruf Amin Berubah Sikap terhadap Perppu Ormas ???

Setelah pemerintah mengeluarkan Perppu tentang Ormas No 2 tahun 2017 dan selanjutnya menuai protes dari berbagai kalangan, maka kiyai Ma'ruf Amin sebagai ketua MUI dan Rais Am PBNU berusaha meyakinkan kepada umat bahwa Perppu Ormas tidak akan membuat pemerintah repressip, intinya secara pribadi  mendukung, meskipun secara organisasi baik MUI atau NU belum menentukan sikap secara resmi.

Namun belum seminggu kiyai Ma'ruf Amin berubah sikap, menurut saya mengejutkan, yaitu mengingatkan  agar pemerintah tidak berbuat sewenang wenang dalam membubarkan Ormas.

Mencermati perubahan sikap kiyai Maruf Amin ini, maka muncul berbagai sepikulasi ;

Pertama, Mungkin kiyai Ma'ruf Amin mulai mempercayai spikulasi dari berbagai pihak bahwa asbabun nuzul Perppu Ormas dikeluarkan adalah didorongan dari pihak pihak yang balas dendam atas kekalahan dalam pilkada DKI dengan kedok untuk menjaga ideologi Pancasila, karena itu kiyai Ma'ruf bicara lantang dan setengah mengancam agar pemerintah tidak sembarangan membubarkan Ormas.

Kedua, Kiyai Ma'ruf Amin mulai menyadari bahwa Perppu Ormas ternyata tidak hanya untuk HTI, tetapi melebar kemana mana sebagaimana artikel prof Mahfud Md, bahwa *Perppu Ormas ini pemerintah bisa dengan mudah membubarkan semua Ormas termasuk NU, Muhammadiyah* bahkan MUI sendiri bisa dengan mudah di bubarkan, apalagi belakangan ini *telah muncul desakan dari berbagai kalangan khususnya Ahoker agar MUI dibubarkan karena fatwanya telah menyebabkan kegaduhan dan kekerasan bahkan konflik di masyarakat*.

Ketiga, kiyai Ma'ruf nampaknya menyadari bahwa Perppu Ormas yang  menghukum orang tanpa melalui proses pengadilan, adalah *bertentangan dengan ajaran Islam* dan jika ada masyarakat memintak fatwa ke MUI, maka dipastikan akan keluar fatwa bahwa *Perppu tentang Ormas ini hukumnya HARAM*, sebab dalam ajaran Islam yang bersumber dari al-Quran, alhadist dan kitab kitab fiqih, telah jelas dan bahkan menjadi *ijmak ulama* tidak membenarkan menghukum orang tanpa melalui proses pengadilan, hal ini didasarkan pada sebuah hadits nabi SAW;
.*.البينة علي المدعي واليمين علي من انكره....
Hadist ini jelas memberi ruang pada pihak tertuduh membela diri, karena itu dalam kitab fiqih ada bab khusus tentang *alqadha* yaitu bab tentang peradilan, didalamnya ada ketentuan *tidak boleh menghukum tanpa proses pengadilan*

Keempat, kiyai Ma'ruf mulai memahami bahwa *Perppu Ormas bertentangan dg konstitusi, demokrasi, melanggar HAM*, dan memberi peluang pemerintah besikap otoriter, sebagaimana ilustrasi prof Makhfud Md, .."sekarang memang pemerintah lagi dekat dengan NU dan Muhammadiyah, tapi jika berubah sikap, maka dengan muda pemerintah membubarkannya, intinya Perppu Ormas melebar kemana mana, tidak hanya HTI.

Kelima, kiyai Ma'ruf Amin nampaknya mulai menyadari bahwa Perppu Ormas berpotensi memecah belah umat Islam, karena itu beliau mulai lantang mengkritisi perppu ini, dan mengingatkan agar pemerintah tidak sewenang wenang membubarkan ormas karena bisa memicu gesekan umat dibawa.

Ke Enam, kiyai Ma'ruf mulai menyadari bahwa *Perppu Ormas yang ketentuannya menghukum anggota organisasinya adalah bertentangan dengan ajaran Islam*, sebab ketika fathul Makkah Nabi Muhammad SAW tidak membenarkan menghukum masyarakat Makkah ketika itu meskipun terlibat dalam kelompok penentangan, onar dan bahkan kekersan terhadap umat Islam, tetapi nabi hanya menghukum elit elitnya saja yaitu orang yang berperan sebagai provokator, sedangkan anggotanya tidak dihukum.

Demikian berbagai kemungkinan mengapa kiyai Maruf Amin mulai kritis terhadap Perppu, karena *dalam tinjuan syar'i , konstitusi, HAM ternyata Perppu Ormas itu bermasalah*

Wallahu 'alam bishowab

Mukhlas Syarkun
Jakarta, 20/7/2017

DUNIA YANG TERBALIK

Indonesia mayoritas Islam, tapi, yang paling disudutkan Muslim.

Lebih serem yang pake cadar, dari pada yang pake rok mini.

Lebih serem orang berjenggot, dari pada yang tatoan.

Pake baju tauhid ditangkep, pake baju PKI gapapa.

Lebih curiga sama yang rajin ibadah di mesjid, dari pada orang yang mabok-mabokan dan judi.

Diduga teroris langsung tembak, bandar Narkoba Internasional bisa di nego.

Lebih mentolelir aliran sesat, dari pada syariat.

Dunia sudah kebolak balik?


Yang nyunnah – radikal
Yang nyeleneh – toleran

Yang jilbab syar’i – ekstrem
Yang ga pake jilbab – cantik

Yang menikah lagi - Penjahat
Yang main pelacur - Biasa lelaki

Yang muda sholat 5 waktu – Waspadai
Yang muda ga sholat – masih muda

Yang jenggotan rajin ke masjid – teroris
Yang jenggotan rajin dugem – keren

Yang ke majelis ta’lim pekanan – Fanatik
Yang ke bioskop harian – gaul

Yang hapal Al Qur’an 30 juz – militan
Yang hapal banyak musik – hebat

Yang anaknya di jilbabin – Keterlaluan, melanggar HAM
Yang anaknya pake rok mini – imutnya

Yang pakai baju koko – sok alim
Yang ga pake baju – jantan

Yang hariannya bicara Islam – sok ustadz
Yang hariannya ghibah – up to date

Media islam – radikal
Media porno – kebutuhan
.
Buka Mata Hati Anda hai manusia!

ﺑَﺪَﺃَ ﺍﻟْﺈِﺳْﻠَﺎﻡُ ﻏَﺮِﻳﺒًﺎ ﻭَﺳَﻴَﻌُﻮﺩُ ﻛَﻤَﺎ ﺑَﺪَﺃَ ﻏَﺮِﻳﺒًﺎ ﻓَﻄُﻮﺑَﻰ ﻟِﻠْﻐُﺮَﺑَﺎﺀِ

“Islam muncul dalam keadaan asing, dan ia akan kembali dalam keadaan asing, maka beruntunglah orang-orang yang terasingkan itu.”
 (HR. Muslim no. 208)

Sahabat bertanya siapa kah orang asing itu,
Nabi shallallahu alaihi wa sallam  menjawab:
Mereka ialah orang-orang yang senantiasa melakukan kebaikan di tengah kerusakan.
(HR. Ahmad) .

Dan ingatlah bahwa kalian semua PASTI MATI dan hanya kepada Allah Tabaroka wa Ta'āla kalian akan kembali serta dimintai pertanggung jawaban atas segala perbuatan kalian


Maka segeralah bertobat selagi masih ada kesempatan..

Senin, 03 Juli 2017

Produk Baru Revolusioner Memberikan Harapan kepada Mereka yang Menderita Dari Mendengkur kronis

Mendengkur. Sangat. Cukup buruk bahwa istri saya tidak hanya mengeluh, tapi juga takut kalau saya tidur apnea. Dan aku juga takut. Takut aku akan harus mengenakan topeng CPAP yang ditakuti. Sangat? CPAP? Saya baru berumur 40 tahun. Aku belum siap untuk itu. Tapi ya, aku mendengkur. Plus, saya merasa lelah - sepanjang waktu.

Saya menyangkalnya untuk sementara waktu, seperti kebanyakan pria. Kemudian istri saya cukup banyak memaksa saya untuk melihat ke dalam masker pernapasan CPAP untuk menyembuhkan mendengkur saya. Aku benci memikirkannya. Aku benci memikirkan pengaturan itu. Suara itu. Pembatasan yang tidak nyaman. Dan aku benci memikirkan bepergian dengan itu (mengambil CPAP berlibur harus menjadi buzzkill serius).
baca juga : cara sehat mengobati stress
Tapi saya tidak tahu ada alternatifnya. Sampai sekarang. Sejujurnya, saya bisa menjadi keras kepala. Saya menunda melakukan sesuatu tentang mendengkur saya selama bertahun-tahun. Istri saya tidak senang, tapi hei, saya tidak mendengar suaraku mendengkur, jadi kupikir itu bukan masalah besar. Tapi apnea tidur membangunkan saya (maafkan pun). Akhirnya aku menyerah, dan bilang aku akan melakukan penelitian. Dan saat itulah mataku terbuka. Saya tidak hanya belajar banyak tentang mendengkur dan Obstructed Sleep Apnea (OSA), saya juga menemukan solusi bagus yang tidak memerlukan CPAP.
Inilah yang saya temukan:
Untuk memulai, saya mengetahui bahwa mendengkur adalah masalah besar, dan merupakan indikator OSA, yang menyebabkan berbagai masalah kesehatan, seperti:

    Asam surutnya
    Sering buang air kecil malam hari
    Hilang ingatan
    Pukulan
    Depresi
    Diabetes
    Serangan jantung

Jadi saya terus meneliti dan menemukan sebuah studi kasus - yang mengubah segalanya. Ini diterbitkan oleh Divisi Kedokteran Tidur Bagian Kedokteran Virginia Bagian Timur dalam Journal of Clinical Sleep Medicine, dan menyimpulkan bahwa mengenakan dagu sederhana tidak hanya merupakan perawatan yang paling sederhana untuk mendengkur dan OSA, tapi juga paling efektif.

Lebih baik dari perangkat CPAP ...

Lebih baik dari nasal strip ...

Dan tentunya lebih baik daripada mendengkur.
Haruskah saya mencobanya? Apa Anda sedang bercanda?
Tali dagu sederhana? Aku berlari pada kesempatan - maksudku, mengapa tidak mencobanya?

Dan BAM - itu dia. Saya mendengkur dan tidur apnea segera sembuh.

Tali dagu (dikenal sebagai MySnoringSolution) adalah kesederhanaan dikombinasikan dengan pemikiran medis lanjut, dan hasilnya mengesankan. Ini bekerja dengan mendukung rahang bawah dan lidah, yang mencegah penghalang jalan napas (ini adalah penyebab mendengkur dan sleep apnea yang paling umum). Intinya: itu berhasil.

Ya, ya, ya, saya tahu tali dagu revolusioner ini bukanlah pakaian tidur yang paling menarik yang bisa Anda temukan, tapi ini sejuta kali lebih baik daripada mesin CPAP, dan istri saya bahagia (dan Anda tahu apa yang mereka katakan tentang istri bahagia ... ). Plus, bahan yang ringan sangat nyaman. Aku bahkan tidak tahu itu ada.

Ribuan orang menggunakan tali dagu MySnoringSolution untuk tidur nyenyak dan nyenyak. Aku tahu aku tidur lebih dalam dari sebelumnya - tali dagu sederhana ini telah mengubah hidupku.